Tahun Depan, 28 Desa Bakal Masuk PAMSIMAS | | PENA JAMBI

Tahun Depan, 28 Desa Bakal Masuk PAMSIMAS

Kamis, 26 September 2019 | 19:00 WIB

pen22

Bahder Johan Kabid Sapras Bappeda Sarolangun


SAROLANGUN – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) tahun 2020 mendatang, bakal difokuskan pada 28 desa yang tersebar di beberapa Kecamatan dalam Kabupaten Sarolangun.
Kabid Sarpras Bappeda Sarolangun Bahder Johan mengatakan bahwa sasaran program ini untuk meningkatkan akses masyarakat kurang mampu khususnya yang jauh dari pusat kota sarolangun, untuk mendapatkan pelayanan fasilitas air minum dan Sanitasi.
“Sejak tahun 2014 hingga saat ini sudah ada 69 desa yang melaksanakan program PAMSIMAS ini, dan untuk tahun depan ada sebanyak 28 desa yang terpilih menjadi sasaran dalam program PAMSIMAS ini,” katanya, Kamis (26/9/2019).
Pria yang ramah ini menjelaskan bahwa untuk alokasi anggaran program PAMSIMAS tersebut terdiri dari tiga jenis, pertama bersumber dari anggaran APBN (pusat) sebanyak 12 Desa, kedua dari anggaran Hibah Insentif Desa (HID) / pusat sebanyak 9 desa dan ketiga bersumber dari anggaran APBD Sarolangun sebanyak 7 desa.
“Pamsimas ini menunggu kucuran dana, kita usulkan sebanyak mungkin dan tentunya tergantung kemampuan anggaran. Dana diluncurkan per desa sebesar Rp 245 juta per kegiatan pamsimas ini,” katanya.
Bahder juga menambahkan bahwa tentunya kedepan diharapkan seluruh desa yang menjadi sasaran program PAMSIMAS tahun 2020 ini agar menyiapkan lahan atau lokasi pembangunan pamsimas, sehingga tidak ada lagi persoalan masalah pembebasan lahan yang bisa mengganggu proses pelaksanaan pembangunan pamsimas ini.
“Ya, dari keseluruhan desa yang terpilih diharapkan kedepannya untuk pelaksanaannya dalam bentuk tanah lokasi pembangunan tidak bermasalah lagi, posisi terletak di desa dan tidak ada gangguan sehingga proses pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Ia berharap dengan adanya program PAMSIMAS ini dapat memberikan manfaat peningkatan penerapan nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka pencapaian target sektor air minum dan Sanitasi.
Selain itu, katanya pamsimas ini nantinya juga bisa dilakukan pembuatan. Saluran air ke setiap rumah warga setempat, dengan memasang saluran SR. Kemudian akan dikelola oleh desa melalui koperasi, setiap rumah akan dipungut sesuai ketentuan untuk meningkatkan PAD desa.
“Pemasangan SR ini dianggarkan tahun berikutnya dan pengelolaannya dikembalikan kedesa, untuk meningkatkan PAD desa. Kalau dari 2019 dianggarkan 20 desa, 16 Desa APBN dan 4 desa APBD. Jadi SR ini sudah mulai dianggarkan tapi tidak keseluruhan, dan ada sebagian desa yang menganggarkan dari dana desa melakukan SR sendiri, dan pengelolaan desa akan dibentuk koperasi untuk pemanfaatan pamsimas ini, dan mendapatkan pendapatan sebagian untuk pemeliharaan sarpras dan juga yang lainnya,” katanya.
(Nil)
Posted in

Leave a Reply

Baca Juga