Kabut Asap Mulai Tebal, Dinkes Sarolangun Keliling Kampung Warning Warga | | PENA JAMBI

Kabut Asap Mulai Tebal, Dinkes Sarolangun Keliling Kampung Warning Warga

Senin, 26 Agustus 2019 | 13:38 WIB

pena02

Tampak rombongan Dinkes Sarolangun tengah woro woro himbau warga menggunakan mobil.


SAROLANGUN – Kabut asap di Kabupaten Sarolangun saat ini mulai terlihat secara kasat mata dari jarak kejauhan, hal itu disebabkan karena kondisi udara yang sudah tercemar oleh kebakaran hutan dan lahan yang terjadi dibeberapa wilayah dalam Kabupaten Sarolangun.
Peltu Kadinkes Bambang Hermanto, Senin (26/08/2019), mengatakan atas kondisi tersebut pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar membatasi aktivitas diluar rumah, sebaiknya jika tidak begitu penting agar lebih baik berada didalam rumah.
“Agar masyarakat bisa membatasi aktivitas diluar rumah bila tidak terlalu penting, karena indeks standar pencemaran udara meningkat, kabut mulai agak tebal,” katanya.
 
Baca juga: Dinkes Sarolangun Tebar 100 Ribu Masker
 
Pihaknya juga sudah melakukan himbauan kepada seluruh puskesmas untuk mulai antisipasi mengenai kabut asap ini. Selain itu, pihaknya secara keliling melakukan himbauan dengan menggunakan alat pengeras suara dan mobil operasional secara keliling di wilayah kota sarolangun, dan dilanjutkan oleh setiap puskesmas di Kabupaten Sarolangun.
“Sering atau perbanyak minum air putih, jangan sampai kita terkena inspeksi oleh debu atau partikel lainnya, makan makanan bergizi dan seimbang, buah dan sayur, biasakan mencuci tangan dengan air bersih dan mengalir dengan sabun, sumber air minum apabila mengkonsumsi air supaya air tersebut dimasak, dan bakunya benar terjamin dari partikel yang membahayakan,” katanya.
Ia menjelaskan untuk dampak kabut asap di Kabupaten Sarolangun, seperti penyakit ISPA yang bisa ditimbulkan, saat ini masih kondisi normal, belum ada lonjakan yang melebihi hari-hari biasanya.
Namun, untuk mengantisipasi adanya lonjakan penderita ISPA ini, pihaknya melakukan upaya himbauan kepada masyarakat agar menjaga pola makanan yang baik, serta menyiapkan logistik termasuk obat-obatan dan masker bila kabut asap mengancam kesehatan masyarakat.
“Kepada puskesmas melaporkan secara rutin penyakit yang berhubungan dengan kabut asap, melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan. Kualitas udara saat ini, kita tidak punya alat untuk mengukurnya. Kondisi udara sekarang secara kasat mata, kabut ini mulai agak menebal,” katanya.
Selain itu, saat ini dinas kesehatan memiliki stok masker sebanyak 100 ribu lebih, jika memang kondisi kabut asap kian pekat pihaknya akan melakukan penyaluran bantuan masker kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak sekolah mulai tingkat PAUD hingga SMA sederajat.
“Kondisi ya apapun ceritanya air dikonsumsi yang bersih dan dimasak, kalau obat kita siap, penambahan secara di puskesmas, untuk menanggulangi bencana ada penambahan, obat tidak kekurangan. Masker lebih kurang 100 ribu ada, anak sekolah itu yang pertama kita berikan,” katanya.
(Nil)
Posted in

Leave a Reply

Baca Juga