Cegah Karhutla, Pemkab Sarolangun Anggarkan 1 M Untuk Sosialisasi | | PENA JAMBI

Cegah Karhutla, Pemkab Sarolangun Anggarkan 1 M Untuk Sosialisasi

Selasa, 24 September 2019 | 20:48 WIB

pen16

Karhutla yang terjadi di Kabupaten Sarolangun


SAROLANGUN – Bupati Sarolangun Cek Endra menegaskan agar persoalan bencana yang terjadi di Kabupaten Sarolangun, seperti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), agar tidak tergantung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun.
Dikatakannya, persoalan tersebut harus ditangani secara bersama oleh seluruh pihak, termasuk pemerintah desa.
Ia berharap agar para kepala desa bisa melakukan kebijakan untuk mengalokasikan anggaran operasional penanganan bencana yang terjadi di wilayahnya, sehingga anggaran operasional bencana ini tidak mengandalkan yang ada di BPBD Sarolangun.
“Tadi sudah saya sampaikan, masalah bencana, kita tidak lagi harus bergantung dengan BPBD, bahwa semua kita harus siaga bencana. Termasuk desa, agar kedepan hal-hal yang kecil operasional mengatasi bencana ini tidak selalu menunggu dari Kabupaten,” katanya, Selasa (24/9/2019).
 
Baca juga : Bupati Cek Endra: BNPB Lakukan Rekayasa Hujan
 
Bupati menjelaskan agar setiap kepala desa bisa menyisihkan sedikit anggaran dana desa untuk operasional penanggulangan bencana ini, seperti kebakaran hutan dan lahan, banjir dan longsor.
“Sebenarnya dana ini tidak banyak, cukup desa yang mengelola dan kami akan support,” katanya.
Dia mengatakan, kedepan Pemkab Sarolangun akan berupaya untuk menempatkan satu unit mobil pemadam kebakaran disetiap Kecamatan, yang akan dikelola oleh Kecamatan. Selama ini, katanya Kecamatan tidak memiliki dana operasional penanggulangan bencana dan selalu tergantung dengan BPBD.
“Saya pikir bencana ini jangan kita tergantung menunggu provinsi, menunggu kabupaten tapi setiap bencana semua terkait mulai dari desa berkewajiban untuk membantu dengan kewenangan dan anggaran yang dimiliki, kalau memerlukan perbup akan kami tandatangani,” katanya.
Selain itu, Pemkab Sarolangun juga akan menganggarkan dana sosialisasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan bencana lainnya, sebesar Rp 1 Miliar. Sebab katanya, sosialisasi ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran masyarakat.
“Karhutla menempatkan di BNPB itu 1 miliar untuk sosialisasi karhutla kedepan baik operasional maupun sosialisasi, jadi jangan lagi kaget. Tahun depan ada lagi seperti ini, jadi kita sudah siap, yang penting masyarakat karena hampir 90 persen kejadian kebakaran ini adalah faktor manusia, tidak ada yang muncul tiba-tiba kalau bencana kebakaran, pasti ada yang nyulut api, itulah pentingnya sosialisasi dan kesiapan kita ditingkat bawah,” katanya.
(Arw)
Posted in

Leave a Reply

Baca Juga