Ditanya Jadi Atau Tidak Sarolangun Buka CPNS dan PPPK, Waldi BKPSDM Bilang Begini | | PENA JAMBI

Ditanya Jadi Atau Tidak Sarolangun Buka CPNS dan PPPK, Waldi BKPSDM Bilang Begini

Kamis, 03 Oktober 2019 | 19:35 WIB

pen27

Waldi Bakri Kepala BKPSDM Sarolangun.


SAROLANGUN – Terkait penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) masih menunggu kepastian dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).
Pasalnya, saat ini beredar informasi kalau penerimaan CPNS tahun 2019 akan dilakukan pada bulan oktober 2019 ini.
“Kemarin di rakor Kepegawaian di Yogyakarta diwakili ibu sekban, dikonfirmasi kan bahwa pelaksanaan cpns penerimaan administrasi pada minggu kedua oktober, tapi kami belum dapat surat secara resmi,” kata Kepala BKPSDM Waldi Bakri saat dikonfirmasi, Kamis (03/10/2019).
Katanya, seleksi CPNS ini informasinya baru akan dilakukan pada tahun 2020 mendatang, maka pihaknya masih kembali mengkonfirmasikan ke pihak Menpan mengenai hak tersebut.
“Seleksi dilaksanakan di tahun 2020 ini kami akan kembali konfirmasikan ke pihak mempan Insa alah hari ini jumat ada salah satu staf kita ke KASN dan akan langsung ke menpan, untuk pertanyaan kepastiannya dna baru kami laporkan ke pak bupati dan tim banggar. Karena ini berkaitan penyediaan anggaran, kalau seandainya pelaksanaannya tidak tahun ini, berarti tahun ini hanya sebatas seleksi administratif,” katanya.
“Ada juga tahun 2020 itu akan dua kali penerimaan, makanya sekarang itu kita mau memastikan dulu, apakah tahun ini atau tahun depan. Formasi Kita kan ada pppk, karena kita diminta usulkan itu. Beredar sih surat dari wa tapi kami kan belum tau kebenarannya, karena kadang kadang menpan merilis itu,” kata dia menambahkan.
Maka pihaknya saat ini menunggu informasi dari menpan tersebut, sebab ada juga informasi kalau tahun 2020 mendatang akan ada dua kali penerimaan CPNS.
“Jika memang dua kali tentu kami akan lapor itu dengan pak bupati. Maka saat ini saya dengan pak bupati bukan tidak mau melapor, karena kami ingin ada kepastiannya dari menpan, baru kami berani melaporkan ke pak bupati,” katanya.
(Nil)
Posted in

Leave a Reply

Baca Juga