Kajari Sarolangun Pindah Tugas Ke Langsa Aceh

Sarolangun, Penajambi.com – Jabatan Kepala Kejaksaan Negeri Sarolangun secara resmi telah dilakukan pergantian (mutasi), antara pejabat yang lama Ikhwan Nul Hakim, SH, kepada pejabat yang baru Munif, SH, MH.
Hal itu ditandai dengan pisah sambut Kepala Kejari Sarolangun, Rabu (07/08/2019) malam, di ruang pola Kantor Bupati Sarolangun.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra, Ketua DPRD Sarolangun H Muhammad Syaihu, Sekretaris Daerah Drs H Tabroni Rozali, MM, Waka Polres Sarolangun Kompol Atrizal, SH, Pabung Kodim 0420/Sarko Mayor Abdul Aziz, Jajaran Kejaksaan Negeri Sarolangun serta Para Kepala OPD dilingkungan Pemkab Sarolangun, Unsur Tripika Kecamatan, Direksi PT Semen Baturaja dan tamu undangan lainnya.

Kajari Sarolangun yang lama, Ikhwan Nul Hakim mengatakan bahwa selama bertugas di Kabupaten sarolangun banyak pesan dan kesan serta pengalaman yang didapatkan bahkan tidak bisa dilupakan.
Katanya, selama kepemimpinannya adanya pembangunan sutet yang mangkrak selama 8 tahun bisa diselesaikan sehingga bisa terlaksana dengan baik. Begitu juga pelaksanaan sholat subuh berjamaah program keagamaan Pemkab Sarolangun menjadi salah satu pesan dan kesan yang tak terlupakan.
“Sarolangun ini sangat luar biasa bagi saya, karena mitra kerja yang sangat luar biasa, antara sesama muspida tidak ada konflik, baik dalam hubungan silaturahmi dan penyelesaian masalah-masalah yang berjalan dengan baik,” katanya dalam penyampaian pesan dan kesan yang didampingi istri tercinta Ariyanti.
“Alhamdulillah saya pindah menjadi kajari kelas satu, yang bertugas di Langsa, Aceh. Sarolangun sudah memberikan saya semuanya, tapi dalam kesempatan ini saya mohon maaf sebesar-besarnya sekiranya ada kesalahan atau kekhilafan selama bertugas,” kata dia menambahkan.
Kajari Sarolangun yang baru Munif SH, dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam menjalankan tugas di Kabupaten sarolangun merupakan amanah yang diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat sarolangun. Katanya, dirinya akan melanjutkan program kajari Sarolangun yang lama, kemudian tentu dalam melaksanakan tugas butuh dukungan dari semua pihak.
“Tak kenal maka tak sayang, maka perkenankanlah kami dari lamongan. Sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Jika kita dibutuhkan oleh masyarakat jangan mengenal lelah, sama dengan tugas yang kami emban, saya mohon doa restunya dan saya harap tidak ada rasa sungkan dan kita satu keluarga,” katanya didampingi istri.
Sementara itu, Bupati Sarolangun Cek Endra mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang dilaksanakan oleh Kajari Sarolangun yang lama selama 2,5 tahun pak Ikhwan Nul Hakim menjabat di sarolangun telah banyak memberikan jasa-jasa khususnya dalam membangun sinergitas dan membina tim TP4D Di Kabupaten Sarolangun.
“Tahun 2016 saya memberikan penghargaan kepada bapak kajari ikhwan nul hakim, telah membantu Pemkab Sarolangun menyelesaikan masalah-masalah temuan BPK selain membantu sengketa yang ada di Sarolangun salah satunya sengketa sutet belum lama ini yang bisa terselesaikan dengan tangan dingin bapak,” katanya.
Kemudian Bupati Sarolangun Cek Endra  kepada Kajari Sarolangun yang baru untuk membina setiap OPD dalam melaksanakan tim TP4D Kabupaten Sarolangun untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi dalam rangka membangun Kabupaten Sarolangun yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
“Mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut dalam hal melaksanakan program pembangunan di Kabupaten Sarolangun. Sarolangun memiliki 10 Kecamatan, yang memiliki sumber daya alam berupa potensi emas, potensi semen, potensi Batubara, potensi perkebunan dan pertanian,” katanya.
(Hrp)

Leave a Reply

Next Post

Panpel Konser Musik Band Kotak di Sarolangun Dikenakan Sanksi Adat.

Kam Agu 8 , 2019
Ketua RW 05 Lasdi, S.Pd, didampingi para ketua RT dilingkup Kelurahan Sarkam. Sarolangun, Penajambi.com – Panitia Penyelenggara Konser Musik Band Kotak di Sarolangun akhirnya dikenakan sanksi Adat dari Lingkungan dan RT setempat. Pasalnya, masyarakat merasa keberatan karena dianggap telah melanggar adat dikarenakan tidak ada koordinasi terlebih dahulu dengan pihak RT […]