Narkoba Maling Dan Begal Resahkan Warga Air Hitam

Khawatir, Sejumlah Warga Air Hitam berkompi saat melintas jalur Air Hitam Pauh.

Sarolangun, Penajambi.com – Jalan poros lintas Kecamatan Pauh menuju Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, saat ini tengah rawan aksi kriminalitas. Terutama di Desa Lubuk Kepayang yang menjadi gerbang awal perlintasan masuk ke daerah itu.
Kabar terbaru, aksi begal tersebut hampir saja menelan korban seperti yang dialami oleh Sukrianto (37) warga Desa Lubuk Kepayang. Ia menjadi korban aksi tersebut, Rabu (10/7/2019) sekira pukul 04.00 Wib. sebelum pelaksanaan shalat subuh. 
Ia mengatakan, kejadian yang menimpanya itu berawal saat ia bersama istrinya pergi menuju Pasar Sarolangun untuk menjual ikan dengan menggunakan sepeda motor. 
“Tidak jauh baru keluar dari pemukiman desa, kami menyebutnya jalan simpang rambe. Pelaku mengayunkan kayu sekira sebesar lengan orang dewasa ke arah wajah saya, pelaku keluar dari semak-semak sebelah kiri. Untung saya masih sempat mengelak dengan cara menunduk, dan hanya mengenai helm bagian atas tidak begitu tepat kenanya,” katanya bercerita kepada penajambi.com, Kamis (11/7/2019).
Ia menyebutkan, saat kejadian itu, setelah pelaku gagal menjalankan aksi terhadap dirinya. Ia langsung mengencangkan laju kendaraannya untuk mendekati istrinya yang lebih dulu melintas.
“Saat itu pelaku yang muncul terlihat hanya satu orang. Saya membawa kendaraan masing-masing bersama istri tidak berboncengan, karena khawatir, langsung saya kebut saja agar bisa beriringan, dan alhamdulillah untung masih bisa selamat,” katanya.
Kejadian saat itu katanya, tidak hanya dialami olehnya. Setelah itu ada juga warga Desa Baru, Desa setelah Lubuk Kepayang, namun katanya saat itu korban membawa senjata dan langsung ingin melawan sehingga pelaku langsung lari.
“Ada lagi setelah saya dalam tenggang waktu yang tidak begitu jauh, saya taunya ketika kami bertemu setelah sampai di Pasar Sarolangun dan saling bercerita, semoga setelah ini tidak adalagi kejadian ini, apalagi sampai menelan korban jiwa,” ujarnya. 
Salah satu tokoh pemuda Desa Lubuk Kepayang, Iqbal Defri mengatakan aksi begal itu mulai muncul, ada efek dari fenomena sebelumnya. Yaitu saat ini daerah itu termasuk yang marak peredaran Narkoba.
“Dari Narkoba, muncul aksi maling, dan sekarang sudah mulai pula rawan aksi begal. Tentu hal ini saling berkaitan, menganggur, tidak punya pekerjaan, tuntutan hidup dan akhirnya mencuri serta melakukan tindak kekerasan lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup,” katanya.
Ia menyebut, sebelumnya aksi pencurian juga marak terjadi dengan cara pembobolan rumah warga. Pelaku melakukan aksinya ketika ada rumah yang ditinggal oleh penghuninya. 
“Sudah beberapa bulan ini hal itu sering terjadi, bahkan teranyar ada rumah Bidan Desa dan rumah anggota BPD, yang menjadi sasaran pelaku menjalankan aksinya,” ujarnya.
“Kami berharap hal ini cepat dicarikan solusinya kepada aparat berwenang, baik dari tingkat Pemerintah Desa, Kecamatan, maupun Kabupaten. Untuk menjamin rasa aman dan nyaman kami sebagai masyarakat dalam menjalankan aktifitas sehari-hari,” katanya lagi.
Terhadap situasi itu. Camat Air Hitam, Bustra Desman mengatakan pihaknya akan memanggil seluruh Kepala Desa yang ada didaerah itu untuk melakukan koordinasi bagaimana kemudian ada pergerakan dari masing-masing Kepala Desa untuk memperbaiki situasi ditengah lingkungannya. 
“Hal seperti ini harus ada penekanan kepada Kepala Desa untuk bertanggung jawab menjamin kembali situasi aman bagi masyarakatnya masing-masing. Kita akan gerakkan itu,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana mengatakan pihaknya akan melakukan pergerakan cepat untuk menjamin kembali rasa aman bagi masyarakat melalui khamtibmas di masing-masing sektor.
“Akan kita koordinasikan lagi hal ini, memang wilayah tersebut sedang menjadi perhatian kita, baik itu soal peredaran narkoba maupun yang lainnya. Karena memang aksi-aksi yang lain itu bisa jadi dari Narkoba itulah efeknya,” kata Kapolres singkat.
Reporter : Husnil Aqili
Editor : Amarullah Koto

Leave a Reply

Next Post

Bupati CE: Hati - Hati Dengan Karhutla

Kam Jul 11 , 2019
Bupati Cek Endra saat diwawancarai. Sarolangun, Penajambi.com – Musim panas yang terjadi belakangan ini dikhawatirkan akan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bisa menyebabkan kabut asap yang membahayakan kesehatan. Oleh karena ini, Bupati Sarolangun Cek Endra menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat sarolangun agar tidak membakar lahan, atau membuka lahan […]