PN Sarolangun Putuskan Lima Terdakwa Pidana Pemilu

Sarolangun, Penajambi.com – Pengadilan Negeri Kabupaten Sarolangun telah memutuskan lima orang terdakwa terkait perkara tindak pidana pemilu di TPS 04 Desa Teluk Kecimbung, Kecamatan Bathin VIII.
Hal itu dikatakan M. Affan SH, bidang Humas Pengadilan Negeri Sarolangun, melalui media Penajambi.com, bahwa perkara tindak pidana pemilu yang terjadi di Desa Teluk Kecimbung pada TPS 04 telah diputuskan ada lima orang terdakwa.
“Perkara tindak pidana pemilu telah diputus kemaren sore, perkara no. 80 pidsus 2019 pengadilan negeri sarolangun dan perkara perkara no. 81 pidsus 2019 pengadilan negeri sarolangun, sudah diputus kemaren vonisnya masing-masing, ya kan ada 5 terdakwa,” ujar M. Affan, Rabu (26/06) kemarin.
Selanjutnya, dijelaskan juga bahwa kelima terdakwa tindak pidana pemilu tersebut terbukti telah melakukan perbuatan mencoblos lebih dari satu kali.
“1 berkas 3 terdakwa, 1 berkas lagi 2 terdakwa, terbukti mereka melakukan perbuatan mencoblos lebih dari satu kali di TPS 04 Desa Teluk Kecimbung Kecamatan Bathin VIII,” ujarnya menjelaskan.
Jadi, di rangkaian persidangan perbuatan mereka terbukti dan dijatuhi pidana penjara selama 2 bulan, masing-masing dengan masa percobaan selama 5 bulan dan denda Rp. 500.000.,
Apabila tidak dibayar denda tersebut, maka diganti dengan kurungan selama 1 bulan. Artinya untuk masa percobaan ini mereka tidak ditahan.
“Tidak ditahan, memang dari awal tidak ditahan, karna ancamannya cuma 1,5 tahun itu (18 bulan dalam Undang-undang). Dan selama jalannya penyidikan sampai 60 persen persidangan mereka memang tidak ditahan,” katanya.
Kembali dijelaskan Affan, sebenarnya pelimpahan perkara itu dimulai pada hari Senin (17/06/2019), persidangnya pada hari Selasa (18/06/2019). Karena harus diputus selama 7 hari kerja, maka persidangannya marathon.
Pada persidangan pertama, pembacaan dakwaan terdakwa tidak datang, kelima terdakwa tidak datang. Dan majelis hakim memerintahkan untuk memanggil lagi para terdakwa kepada jaksa penuntut umum (JPU).
“Dipanggil, mereka tidak berada ditempat, maka kemudian melalui kepala desa untuk persidangan hari Rabu. Hari Rabu ternyata mereka juga tidak datang maka sidang ditunda lagi diberi kesempatan tiga kali untuk hari Kamis,” jelasnya.
“Pas hari Kamis, persidangan dibuka, datang 3 orang. Atas nama Saiful Azhari, Daman Huri, dan Nasrul, mereka datang maka persidangan dilanjutkan. Dan 2 orang lagi tidak datang atas nama Yaser Arafat dan Imam Munandar,” jelasnya menambahkan.
Persidangan dilanjutkan dan keputusan saksi pada hari Kamis itu ada 10 orang saksi dan 1 orang ahli, jadi orang 11. Saat itu sampai jam 23.30 wib malam, langsung dilakukan pemeriksaan terdakwa.
Dalam persidangan itu mereka mengakui mencoblos lebih dari 1 kali dan kertas suara itu didapatnya dari kpps. Hanya saja mereka merasa keberatan kenapa mereka yang jadi terdakwa, kenapa ketua kpps tidak jadi terdakwa, padahal kertas suara ditandatangani oleh ketua kpps.
“Mereka mengakui mencoblos lebih dari 1 kali dan kertas suara itu mereka dapat dari kpps dari ketua kpps,” ungkapnya.
Dalam persidangan itu juga mereka merasa keberatan kenapa mereka yang jadi terdakwa, kenapa ketua kpps tidak jadi terdakwa, padahal kertas suara ditandatangani oleh ketua kpps.
“Jadi, Majelis hakim bersikap yaitu kewenangan penyidik dan penuntut umum untuk menaikkan perkara. Tapi sebagai fakta yang penting akan menjadi pertimbangan,” pungkasnya.
Penulis : Amarullah Koto
Editor : Husnil Aqili

Leave a Reply

Next Post

Ini 4 Nama Peltu Kepala OPD Yang Kosong

Jum Jun 28 , 2019
Mulya Malik Kabid Mutasi BKPSDM Sarolangun, saat diwawancarai, (Penajambi.com/Wahid). Sarolangun, Penajambi.com – Empat Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun yang masih kosong, saat ini sudah ditunjuk pelaksana tugas (Peltu) untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut. Keempat pelaksana tugas tersebut, yakni Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu […]