Polisi Sarolangun Bekuk Dua Orang Pelaku PETI Asal Bathin VIII

Kapolres Sarolangun Akbp Dadan Wira Laksana didampingi Kasat Reksrim Iptu Bagus S.IK dan jajaran saat jumpa pers terkait hasil penangkapan.

Sarolangun, Penajambi.com – Dua orang pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sungai Batu Putih, Desa Teluk Kecimbung Kecamatan Bathin VIII dibekuk aparat kepolisian Polres Sarolangun.
Kedua pelaku tersebut berinisial KM (62) dan AU (42) yang merupakan warga Kecamatan Bathin VIII, yang ditangkap aparat kepolisian pada Rabu (3/7/2019) yang lalu saat sedang melakukan aktivitas PETI di lokasi Sungai Batu Putih Desa Teluk Kecimbung.
Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana, SIK, MAP, Sabtu (13/7/2019), mengatakan bahwa awalnya pihak kepolisian mendapatkan laporan masyarakat pada hari Selasa (2/7/2019) bahwa di sungai batu putih desa Teluk Kecimbung marak kegiatan penambangan emas secara ilegal atau Peti di perkebunan karet masyarakat.
Mendapatkan laporan tersebut, melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut, dan memang benar di lokasi ditemukan adanya kegiatan ilegal tersebut.
Kemudian pada Rabu (3/7) tim unit reskrim mendatangi lokasi penambangan emas ini, yang kemudian langsung dilakukan Penindakan dengan mengamankan dua orang pelaku beserta barang buktinya. Kedua orang ini diduga sebagai pemilik dan pekerja dari kegiatan penambangan emas ilegal ini sementara pelaku lainnya berhasil melarikan diri dari dekapan petugas.
“Lalu kedua pelaku yang diamankan dibawa ke Polres Sarolangun untuk proses lebih lanjut,” kata Kapolres.
Untuk barang bukti, petugas kepolisian berhasil mengamankan dua buah mesin keong, satu buah mesin dompeng merek wecco berwarna kuning, satu buah mesin dompeng dengan merek tiangli berwarna biru, satu buah gabang dengan panjang sekitar 6 meter berwarna merah, satu buah cekengan dengan cabang tiga, satu buah cekengan dengan cabang lima.
Selain itu, aparat juga mengamankan satu buah selang air dengan panjang 25 meter, satu buah pipa spiral berwarna biru dengan panjang 1 meter, tiga buah karpet penyaring, satu buah pipa berwarna putih dengan panjang 4 meter, dua buah besi dengan ukuran panjang 2 meter, satu buah kaos penutup kepala berwarna biru muda dengan tulisan denim dan satu buah celana panjang berwarna biru tua dengan dengan bercak tanah atau berlumpur.
“Kedua pelaku dikenakan Pasal 158 UU Nomor 04 tahun 2009 Tentang Penambangan Mineral dan Batubara jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara,” katanya.
Reporter : Wahid
Editor : Amarullah Koto

Leave a Reply

Next Post

Pasca Banjir, Puskesmas Pasar Singkut Giat Fogging Areal Pemukiman

Sab Jul 13 , 2019
Foto: Kepala Puskesmas Pasar Singkut drg. Hendri Naldinata. Sarolangun, Penajambi.com – Pasca banjir beberapa waktu lalu, Puskesmas Pasar Singkut dalam antisipasi Demam Berdarah Dengue (DBD). Melakukan fogging di beberapa titik yakni, Desa Bukit Tigo, Sungai Benteng, Desa Pasar Singkut dan Payo Lebar. “Saat ini kita tengah melakukan fogging guna mencegah […]