Satu Truk Kayu Ilegal Diamankan

PENA SAROLANGUN – Jajaran Polres Sarolangun melalui Satreskrim berhasil mengungkap kasus ilegal loging pada Jumat (11/1) sekira 22.00 WIB, di Jalan Lintas Sarolangun-Tembesi Desa Gurun Tuo, Kecamatab Mandiangin, Sarolangun, Jambi.
Dari ungkap kasus tersebut, aparat telah mengamankan satu orang pelaku yang berinisial US (52), Tani, warga Kecamatan Air Hitam, Sarolangun. Dan satu unit mobil truk yang mengangkut kayu sekitar 12,07 meter kubik, jenis kelompok rimba campuran.
Kapolres Sarolangun, AKBP Dadan Wira Laksana, melalui Kasubag Humas Iptu Ardiansyah mengatakan kronologis penangkapan tersebut berawal saat Unit Tipiter melakukan patroli rutin di Jalan Lintas Sarolangun.
Dan dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen kayu SKSHHK-KBB 4489942, untuk kubikasi kayu sebanyak 7.42 M3 dan berdasarkan keterangan pelaku jumlah kubikasi sebanyak 8 M3.
“Saat itu Unit Tipiter melihat 1 unit mobil Coltdisel BH 8626 MK sedang mengangkut kayu bulat, kemudian personel menghentikanya dan melakukan pemeriksaan,” kata Iptu Ardiansyah.
“Dikarenakan adanya dugaan kayu yang diangkut melebihi kubikasi yang tertera dalam dokumen maka pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Sarolangun guna dilakukan penghitungan kubikasi,” katanya. 
Dari penghitungan kubikasi kayu yang dilakukan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi KPHP Sarolangun, bahwa kayu yang diangkut pelaku sebanyak 12.07M3, Sehingga patut diduga terdapat 4.65 M3 tidak dilengkapi dokumen.
“Modus operandinya pelaku mengelabui petugas dengan cara melakukan pengangkutan kayu yang tidak sesuai dengan jumlah kubikasi kayu yang tertera pada dokumen SKSHHK-KBB (melebihi jumlah yang tertera pada dokumen), sehingga patut diduga terdapat 4,65 M3 kayu yang tidak dilengkapi dengan dokumen dan patut diduga kayu tersebut berasal dari penebangan liar,” kata Iptu Ardiansyah. 
Adapun barang bukti kayu yang berhasil diamankan. Yaitu kayu jenis terap sebanyak 2.05 kubik, kayu jenis terentang sebanyak 5.46 kubik, kayu Jenis medang labu sebanyak 1.98 kubik dan ayu jenis mahang sebanyak 2.85 kubik. Total Jumlah Kayu setelah diukur sebanyak 12.07 kubik.
Pasal yang disangkakan terhadap pelaku, yakni pasal 83 ayat (1) huruf b dan pasal 88 ayat (1) huruf c UU RI No 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, (nil).

Leave a Reply

Next Post

Kemenag Sarolangun Prihatin Dengan Kondisi MDT

Sel Jan 15 , 2019
Foto : Arsip Penajambi.com PENA SAROLANGUN – Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sarolangun, M. Syatar, mengaku turut prihatin dengan kondisi fisik lembaga pendidikan pengajian sore anak atau masrasah diniyah takmiliah (MDT) yang ada disetiap Desa. “Soal MDT kita hanya membina saja, untuk anggaran pembangunan Fisiknya itu kita yang tidak […]