Sita 25 Kg Sabu, BNN Kembali Tangkap Satu Pelaku Jaringan Internasional

Barang haram jenis Sabu dalam kemasan yang ditangkap pihak BNN, (Penajambi.com/Merdeka.com)

PENA JAMBI – Pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) mengembangkan operasi penggagalan penyelundupan 72 bungkus sabu-sabu dan ekstasi di perairan Aceh beberapa waktu lalu.
Dari kasus pengembangan tersebut BNN kembali meringkus seorang pelaku lainnya dengan barang bukti 25 Kg sabu-sabu. Tersangka yang berhasil ditangkap yakni Syafinur alias Fan.
“Yang bersangkutan ditangkap di Pasar Geurugok, Bireuen, Aceh,” kata Irjen Pol Arman Depari, Deputi Pemberantasan BNN, dilangsir di media merdeka.com, Kamis (24/1).
Petugas BNN menemukan 8 Kg sabu-sabu di dalam mobil pick up hitam yang dikendarai tersangka. Dari pemeriksaan diketahui bahwa narkotika itu akan didistribusikan ke Medan dan wilayah Sumut lainnya.
Tim BNN kemudian menggeledah rumah Syafinur di Muara Batu, Aceh Utara. Mereka menemukan lagi barang bukti 17 Kg sabu-sabu.
“Jadi total sabu-sabu yang kita sita berjumlah 25 Kg. Seluruhnya dalam kemasan teh warna hijau dililit dengan lakban hitam,” jelas Arman.
Barang bukti yang disita berasal dari Malaysia. Narkotika itu diselundupkan dalam waktu hampir bersamaan dengan penyelundupan 72 bungkusan berisi 73 Kg sabu-sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi yang disita pada penangkapan sebelumnya. Namun, kapal yang digunakan berbeda.
“Ini merupakan bagian dari sindikat Ramli Cs (napi Lapas Tanjung Gusta yang mengatur penyelundupan 72 bungkus dan ekstasi), dan Saat ini tersangka beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke BNN Provinsi Sumut,” tandasnya.

Leave a Reply

Next Post

Oknum Kades Gunakan Uang Hasil Korupsi DD Untuk Liburan

Kam Jan 24 , 2019
Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap saat menjelaskan penyelewengan dana desa yang dilakukan Kepala Desa Kota Raya Darat AJ, Kamis (24/1/2019). PENA JAMBI – Seorang oknum kepala desa AJ (47) diduga melakukan korupsi dana desa untuk keperluan pribadi. Dana¬†yang digunakan untuk menghidupi keponakannya dan untuk berlibur ke sejumlah daerah. Saat ini, […]