Kerap Parkir Dibahu Jalan, Dishub Sarolangun Warning Truk Batubara

Tampak Truk Batu bara yang melintas di Sarolangun parkir dibahu jalan.

Sarolangun, Penajambi.com – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sarolangun Ir. Endang Abdul Naser, meminta para pengusaha selaku investor dan transporter angkutan Batubara, untuk tidak memarkirkan Truk Batubara dibahu jalan.
Sebab, selain mengganggu aktivitas lalu lintas kendaraan jalan umum, juga menyebabkan kerusakan jalan semakin parah, apalagi ditambah dengan muatan truk batubata tidak sesuai dengan aturan.
“Kepada pengusaha supaya transporter itu tertib lah, kita tidak melarang investasi tapi ikuti aturan, Tidak boleh parkir dibahu jalan. Carilah parkir yang sesuai. Transporter jual angkutan, menyiapkan tempat lokasi parkir, tidak dibahu jalan, kemaren mengggangu lalu lintas,” kata Endang Abdul Naser, Kamis (25/07/2019) saat dikonfirmasi.
Ia juga mengatakan bahwa sesuai dengan instruksi dirjen Perhubungan darat agar memberikan edukasi kepada para pengusaha dan transporter untuk supaya mematuhi aturan muatan truk Batubara ataupun truk muatan lainnya, untuk mengantisipasi kerusakan jalan.
Setelah diberikan edukasi, jika memang tidak diindahkan, kedepan pihaknya akan melakukan operasi ODOL atau Over Dimensi Over Loading.
“Kalau di Tembesi langsung ditilang, atau turunkan muatannya, tidak juga diindahkan. ODOL ini kemarin dicoba, tes Batubara 7 ton isi 14 ton langsung tilang, jadi sistim tilang dan tidak bisa bohong. Lalu tes mobil lain box sesuai, tes mobil klontong 7 ton cukup ton, namun yang Batubara yang banyak tidak sesuai aturan,” katanya.
“Pak dirjen mengharapkan patuhilah, karena 49 triliun setiap tahun dikeluarkan dana perawatan jalan oleh Pusat akibat kerusakan jalan nasional sesuai laporan menteri. Kalau bisa tahun depan bisa berkurang, makanya diaktifkan ODOL ini,” kata dia menambahkan.
Ia mengatakan bahwa rata-rata dalam satu hari itu di jalan lintas Batanghari ada sekitar 2.000 truk yang melintas, yang berasal dari Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo dan kabupaten Bungo. Jadi memang kondisi tersebut memungkinkan kerusakan jalan bisa semakin bertambah.
“Memang sudah berat, kendalanya kalau sesuai dimensi supir bilang tekor untuk ongkos saja dak cukup. Kita harapkan kedepan memang dibuat jalan khusus Batubara itu sejauh 78 kilo meter dari Mandiangin langsung ke sungai Batanghari, tapi sampai hari ini belum ada respon,” katanya.
Sementara saat ini, kata Naser bahwa jalan-jalan nasional di Kabupaten Sarolangun sudah mengalami kerusakan, begitu juga jembatan yang mulai rusak akibat muatan truk Batubara melebihi tonase.
“Jalan-jalan di daerah mengalami kerusakan, jembatan kita satu satu mulai rusak, itu di Pauh lewat kantor camat sudah mulai turun, itu nunggu harinya saja itu. Kemudian jembatan di Pangedaran sudah tidak bisa lagi lewat itu paling idak nunggu empat bulan,” katanya.
Reporter : Wahid
Editor : Amarullah Koto

Leave a Reply

Next Post

Wandra Laporkan Pelaku Penikaman di SMKN 4 Sarolangun ke Pihak Berwajib

Jum Jul 26 , 2019
Foto: Surat Laporan Sarolangun, Penajambi.com – Kejadian penikaman di SMKN 4 Sarolangun beberapa waktu lalu, pelaku mangkir dari perjanjian yang telah disepakati. Buktinya hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak pelaku. “Kita sudah lapor ke pihak berwajib kemarin hari Kamis (24/7/2019). Sekarang kita tunggu saja proses hukum selanjutnya,” kata […]