Pihak Semen Padang Kerjasama LPJK Gelar Sertifikasi Tukang Konstruksi Di Sarolangun

Sarolangun, Penajambi.com – Sebagai bentuk perhatian terhadap peningkatan keahlian para pekerja konstruksi, PT Semen Padang menggelar sertifikasi terhadap tukang di wilayah Kabupaten Sarolangun. Kegiatan itu diikuti oleh 40 orang tukang yang dilaksanakan di Aula King Hotel Sarolangun, Minggu (04/08/2019).
“Sertifikasi ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan PT Semen Padang. Untuk tahun 2019 ini dilaksanakan di Sarolangun,” kata Alvin.
Pada pelatihan itu, para tukang diberikan materi terkait “product knowledge” PT Semen Padang, konstruksi umum oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Jambi, dan mendapatkan sertifikat keahlian tukang yang berskala nasional sehingga dapat digunakan pekerja konstruksi dalam pekerjaan proyek, dan dapat digunakan di seluruh wilayah Indonesia.
Alvin mengatakan, dalam pasar bebas saat ini kompetensi pekerja sangat dibutuhkan sebagai dasar untuk mengerjakan suatu proyek. Apabila keahlian sudah dimiliki, pengalaman sudah mumpuni, maka akan sempurna apabila dilengkapi dengan sertifikat keahlian.
“Kita ketahui bahwa Indonesia sedang gencar dalam pembangunan infrastruktur, sehingga sangat dibutuhkan pekerja-pekerja konstruksi yang handal dan memiliki sertifikasi keahlian untuk melaksanakan pekerjaan tersebut,” terangnya.
Diungkapkannya, saat ini persaingan di industri semen berlangsung ketat, beberapa merek sudah masuk ke Sarolangun dan memberikan berbagai penawaran untuk menarik pelanggan. Semen Padang sebagai produk bermutu yang sudah teruji secara internasional terus berupaya mempertahankan kualitas dan pelayanan terbaik.
Hadir pada kesempatan itu perwakilan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Jambi, Sekretaris Dinas PUPR Masturo, serta jajaran managemen Semen Padang.
Perwakilian LPJK Jambi Zaidir mengapresiasi Semen Padang yang telah peduli terhadap tukang atau pekerja kontruksi di Sumbar. Ia berharap, sertifikasi pekerja kontruksi yang disupport oleh Semen Padang ini tidak hanya kali ini saja dilakukan, tapi juga secara kesinambungan.
Menurutnya, sertifikasi jasa pekerja kontruksi ini penting dilakukan seiring lahirnya Undang-Undang No2 tahun 2017 tentang Jasa Kontruksi. Bahkan dengan adanya regulasi tersebut, pemerintah juga mengeluarkan program percepatan sertifikasi pekerja kontruksi.
menuturkan bahwa sertifikat keahlian ini banyak manfaatnya bagi tukang. Sebab, sertifikat keahlian itu nantinya akan bisa dimanfaatkan untuk mencari kerja di perusahaan kontruksi yang ada di Indonesia, karena sertifikat ini berlaku secara nasional dalam masa tiga tahun.
Di samping itu, katanya Pemerintah juga berjanji bahwa tukang yang punya sertifikat kompetensi akan mendapat upah yang tinggi dibandingkan yang belum memiliki sertifikasi keahlian.
Kemudian ketika ditanya berapa jumlah pekerja kontruksi di Sarolangun yang belum disertifikasi, ia mengaku belum memiliki datanya. Namun yang jelas, jumlah pekerja kontruksi yang sudah disertifikasi oleh LPKJ ada sekitar 1000-an orang. “Jumlah ini akan terus bertambah seiring adanya program percepatan sertifikasi pekerja kontruksi,” katanya.
“Kalau mereka punya kompetensi di bidang tukang kayu, maka LPKJ akan mengeluarkan SKT atau sertifikat keahliannya. Begitu juga dengan tukang lainnya yang punya kompetensi di bidangnya masing-masing,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa SKT ini ada tiga kategori. Paling rendah, kata dia, adalah SKT tingkat tiga dengan kualifikasi pendidikan maksimal tamatan SD dan bagi yang tidak punya ijazah masuk kategori tingkat tiga.
Sedangkan untuk tamatan minimal tingkat SMP bisa masuk ke tingkat satu. Namun mereka harus punya kompetensi yang mumpuni. Tapi jika kompetensinya standar maka akan betada di SKT tingkat dua. “Sedangkan untuk tingkat I adalah ninimal pendidikannya setingkat SMA,” tuturnya.
Salah seorang peserta bernama mengaku bersyukur bisa mengikuti uji kompetensi sertifikasi pekerja kontruksi yang diadakan oleh Semen Padang. Oleh sebab itu, ia mewakili seluruh peserta berterimakasih kepada Semen Padang yang telah mensupport kegiatan ini.
“Semoga Semen Padang sebagai perusahaan terus menggelar kegiatan ini. Supaya pekerja kontruksi yang ada di Sarolangun memiliki kompetensi yang diakui secara nasional, apalagi pada umumnya, kami sebagai pekerja kontruksi juga sudah mencintai produk Semen Padang, karena kami selalu menggunakan semen dari Semen Padang untuk membangun kontruksi,” katanya.
(Nil)

Leave a Reply

Next Post

SSB United Sarolangun Optimis Raih Prestasi Di Liga Muda U-11 Jambi Barat

Ming Agu 4 , 2019
Sarolangun, Penajambi.com – Sekolah Sepak Bola (SSB) United Sarolangun ikuti ajang bergengsi Liga Muda U-11 Forum Pembina Sekolah Sepak Bola Indonesia (FOPSSI) wilayah Jambi Barat. Kejuaran ini dihelat selama 2(dua) hari di Merangin pada tanggal 3 dan 4 Agustus 2019. SSB United Sarolangun merupakan salah satu Sekolah Sepak Bola yang […]