2020, Kelurahan Sukasari Dapat Bantuan 5.500 Jaringan Gas Rumah Tangga Dari Pusat

Kisom Lurah Sukasari usai diwawancarai.

Sarolangun, Penajambi.com – Pemerintah Kelurahan Sukasari menyambut baik rencana pembangunan jaringan gas rumah tangga di wilayah Kelurahan Sukasari, Kecamatan Sarolangun pada tahun 2020 mendatang.
Lurah Suka Sari, Kisom, Rabu (31/07/2019), mengatakan bahwa kuota jaringan gas rumah tangga ini di Kelurahan Sukasari ada sebanyak 5.500 jaringan gas. Yang saat ini sedang dilakukan pendataan kepada masyarakat selaku penerima manfaat dalam program tersebut.
“Alhamdulillah dengan bantuan jaringan gas bentuk pipa dilaksanakan pada tahun 2020, jadi tahun ini kita bersama pihak konsultan mendata seluruh kelurahan sukasari,” katanya.
Persyaratan penerima jaringan gas ini ditentukan oleh pihak konsultan dan Perusahaan Gas Negara (PGN), yang turun langsung mendata masyarakat Kelurahan Sukasari.
“Kuota yang diberikan sebanyak 5.500 jaringan gas untuk rumah tangga, kecuali bedeng dan ruko, karena ini khusus untuk rumah. Dan juga kita lihat pemakaian masyarakat tersebut kalau diatas pedagang kecil tidak akan dipasang, tapi ini khusus untuk masyarakat,” katanya.
Hingga sampai saat ini pihaknya bersama konsultan sudah mendata hampir dari 500 orang yang ada di beberapa RT dalam wilayah Kelurahan Sukasari. Pendataan ini bertujuan untuk melengkapi syarat dalam perencanaan pembangunan jaringan gas rumah tangga ini.
“Beberapa hari yang lalu, kami sudah konsultasi dengan konsultan sudah hampir 500 orang yang telah di data, Konsep ya ini kerja sama antara Kementrian ESDM, PGN dengan BWP Meruap, melalui pipa gas dari sumur gas,” pungkasnya.
Reporter : Wahid
Editor : Amarullah Koto

Leave a Reply

Next Post

Ribuan Masyarakat Sarolangun Ngantri Naik Haji

Rab Jul 31 , 2019
Keberangkatan jamaah haji Sarolangun, belum lama ini, (Arsip Redaksi Penajambi). Sarolangun, Penajambi.com – Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sarolangun mencatat daftar tunggu keberangkatan haji begitu lumayan lama, karena jika mendaftar pada tahun 2019 ini, maka baru bisa berangkat pada tahun 2043 mendatang, alias menunggu selama 24 tahun. Kepala Kemenag Sarolangun, M […]