Disdikbud Sarolangun Tantang WARSI Dan Butet Bicara Jujur

Zulkarnain Kabid Paudni saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Sarolangun, Penajambi.com РDinas Pendidikan Dan Kebudayaan Sarolangun terus berbuat yang terbaik dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi Warga SAD yang berada  di beberapa kecamatan dalam wilayah kabupaten tersebut.
Seperti pendidikan Formal hingga Non Formal serta menyiapkan infrastruktur lembaga pendidikan PAUD, SD hingga SMA, bahkan menyiapkan tenaga didik yang dibiayai oleh pemerintah Daerah.
Namun, meskipun pemerintah telah bekerja keras menyiapkan segala yang dibutuhkan, tetap saja menimbulkan banyak kontroversi bahkan kekecewaan terkait pembinaan pendidikan SAD.
Pasalnya, menurut Kadisdikbud melalui Kabid Paudni Zulkarnain, ada oknum yang mengatasnamakan lembaga Warsi dan lembaga yang dipimpin oleh Butet kerap mengklaim seolah merekalah segalanya dalam peran pendidikan SAD.
“Kalau pelayanan pendidikan kami dari pemerintah dibidang PAUD ini sudah bekerja dan berbuat maksimal, cuma itu tadi kadang warsi dan ibuk butet itu cuma bisa Klaim seolah pemerintah tidak berbuat apa-apa dan seolah SAD mereka yang urus, padahal pak bupati sudah mati-matian berjuang,” kata Zulkarnain dengan nada tinggi, ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/7/2019).
Keseriusan itu ditunjukkan dengan dibangunnya fasilitas pendidikan, yang dulunya hanya menumpang namun saat ini banyak sekolah yang sudah dibangun khusus untuk anak-anak SAD yang ada di lima kecamatan yakni di Air Hitam, Pauh, Limun, Cermin Nan Gedang dan Bathin VIII.
Ada fasilitas khusus mereka sekolah SD Pulau Lintang, SD di Bangun Jayo dan Sukajadi, SD Pelakar, Kecamatan CNG Sekmis, Limun Lubuk Bedorong, Panca Karya dan SD Tanjung Raden, Air Hitam SD SAD Air Panas, SD Pematang Kabau, SD N Lingkungan pabrik PT Emal Pauh, SD Sepintun dua, Sementara Paud di Air Hitam ada 6 Paud, Bathin VIII dua Paud, CNG 1 Sekamis, Limun Lubuk Bedorong 1, Pauh 2, total 12 Paud.
“Bayangkan se kabupaten ini 210 anak SAD tahun ini sudah PAUD, SD 260 anak, SMP 15 anak, sedangkan SMA 6 Anak. Belum lagi yang baru masuk tahun ajaran baru ini, nah dimana letak perjuangan mereka, kalau terus di klaim kami tidak rela,” katanya lagi.
Lebih jauh Zulkarnain menceritakan, pernah suatu ketika, dirinya diundang  pertemuan acara kementerian di Jakarta. Ketika itu Butet penggiat mengaku dari lembaga yang mengurusi SAD Sarolangun, melakukan paparan dalam paparan tersebut dia mengklaim bahwa dia telah membina SAD tanpa membawa peran pemerintah daerah seolah dialah yang berbuat banyak.
“Bayangkan itu acara nasional seluruh Indonesia ada orang kementerian pula kala itu, ibuk butet itu klaim semuanya, untung saya ada disana dan saya sanggah akhirnya mereka terdiam dan pihak kementrian baru paham dengan cerita pencerahan semuanya,” katanya menerenangkan.
Dia mengaku persoalan klaim dan klaim bukan terjadi sekali dua, namun sudah berulang kali sehingga membuat pemerintah merasa risih dan enggan lagi bekerjasama dalam pembinaan SAD.
“Jujur kita tidak mendiskreditkan siapapun dan pemerintah Sarolangun pun membuka diri, namun tolonglah bicara jujur. Harus berimbang silahkan sampaikan capaian mereka tapi jangan lupakan karya pemerintah daerah sebab kita sudah lelah berjuang tolong hargai perjuangan kami pemerintah,” pungkasnya.
Penulis : Husnil Aqili
Editor : Amarullah Koto

Leave a Reply

Next Post

Pasca Banjir, Kapolres Turun Langsung Bantu Bersihkan Ponpes Wali Songo

Sen Jul 8 , 2019
Kapolres bersama anggota sedang membantu pengurus ponpes membesihkan Masjid. Sarolangun, Penajambi.com – Mendapatkan informasi pondok pesantren Wali Songo di Desa Sungai Gedang, Kecamatan Singkut, yang terkena banjir akibat hujan deras pada hari minggu kemarin. Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana, S.IK, M.AP, turun langsung ke lokasi membersihkan sejumlah ruangan, asrama […]