Kabag Umum Tarmizi Bantah Hasil Sidak BKPSDM Ke Mess Sarolangun

Kaban BKPSDM Waldi dan jajaran saat melakukan sidak ke Mess Sarolangun belum lama ini, (Arsip redaksi Penajambi.com).

Sarolangun, Penajambi.com – Pasca Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sarolangun pada minggu lalu ke Mess Sarolangun di Kota Jambi.
Bagian Umum Setda Sarolangun langsung melakukan evaluasi bagi para pegawai yang bertugas di mess tersebut. Kabag Umum Tarmizi, Selasa (18/06) membantah pernyataan Kaban BKPSDM terkait hasil tersebut.

 

Baca juga: BKPSDM Sidak Ke Mess Sarolangun di Jambi, Ampun Begini Kondisinya

 

Dia mengatakan, berdasarkan evaluasi yang dilakukannya bahwa pegawai yang bekerja di mess tersebut dibuat jadwal shift, pagi, siang dan malam. Namun, para pegawai tersebut tetap masuk bekerja setiap harinya.
“Sesuai evaluasi terhadap pegawai mess yang di jambi itu ada shifnya, setiap hari mereka masuk, kemudian sesuai kesepakatan yang diatur, absen tetap sistematis, sesuai dengan tupoksinya,” katanya tegas.
Ia juga mengaku jika memang ada pegawai yang tidak disiplin, tentu tetap diberikan sanksi disiplin sesuai aturan yang berlaku. Bisa saja dikenakan sanksi berupa peringatan, hingga pemberhentian.
“Tapi kalau mereka melakukan itu setiap hari, dengan jumlah pegawai yang ada, otomatis kegiatan akan terbengkalai. Di Jambi itu, sesuai dengan kesepakatan mereka dibuat shift, ada empat orang dan enam orang, tapi mereka tetap masuk setiap hari,” katanya menjelaskan.
Ketika ditanya, soal pendapatan asli daerah (PAD) dari pengelolaan mess sarolangun yang ada di jambi tersebut. Katanya, tahun 2018 lalu realisasi PAD nya melebihi target yang ditentukan sebesar Rp 80 Juta.
“PAD memang sesuai target yang kemarin setahun itu 80 juta, tapi tahun lalu itu melebihi target, tahun ini target naik menjadi sekitar 90 jutaan,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, BKPSDM Sarolangun saat sidak ke mess sarolangun mendata bahwa dari 19 orang pegawai dengan rincian PNS 6 orang dan honorer 13 orang.  PNS yang tidak masuk kantor sampai dengan pagi hari ada  6 orang dengan keterangan Alpa dan honorer yang hadir 4 orang yang saat itu sedang piket.
Penulis : Wahid
Editor : Amarullah Koto

Leave a Reply

Next Post

Wabup Mashuri Minta Penggunaan DD Fokus Pemberdayaan Ekonomi

Rab Jun 19 , 2019
Tampak prosesi acara Rakor program inovasi desa, di Ballroom Royal Hotel Bangko. Merangin, Penajambi.com – Wakil Bupati Merangin H Mashuri, Rabu (19/06) membuka rapat koodinasi (Rakor) tim inovasi kabupaten program inovasi desa Kabupaten Merangin 2019 di Ballroon Hotel Royal Bangko. Dikatakan Wabup, program inovasi desa bertujuan untuk mendorong penggunaan dana […]