Disdikbud Canangkan Gerakan PAUD Holistik Integratif

Sarolangun, Penajambi.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sarolangun mencanangkan kedepan semua lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melaksanakan PAUD Holistik Integratif.
PAUD holistik integratif merupakan pendidikan anak usia dini yang mengintegrasikan segala aspek dan nilai-nilai dalam pendidikan, seperti nilai moral, etis, religius, psikologis, filosofis, dan sosial dalam kesatuan yang dilakukan secara menyeluruh antara jiwa dan badan serta aspek material dan aspek spritual untuk memenuhi kebutuhan esensial anak.
Kadisdikbud, Helmi, SH, MH, Senin (29/07/2019) saat dikonfirmasi sejumlah awak media, bahwa dikatakannya paud holistik integratif ini karena pelayanan yang diberikan dalam lembaga PAUD ini tidak hanya dalam bidang pendidikan saja, akan tetapi pelayanan yang mencakup kebutuhan yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi, pola pengasuhan dan perlindungan anak.
“Di Sarolangun ini ada 520 PAUD yang didalamnya juga ada TK. Tahun ini kita ada rencana pencanangan secara menyeluruh di sarolangun terhadap semua lembaga PAUD, gerakan PAUD holistik integratif,” katanya didampingi Kabid PAUD Zulkarnain, SE.
Ia juga menjelaskan bahwa sebenarnya lembaga PAUD di Kabupaten Sarolangun pada dasarnya sudah menerapkan PAUD holistik integratif ini, hanya saja tidak dibarengi dengan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara dinas pendidikan dengan lembaga terkait.
Misalnya, Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DPPKB), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), puskesmas, posyandu atau juga dengan pihak kepolisian.
“Sebenarnya PAUD holistik integratif sudah berjalan di semua lembaga, ditandai adanya integrasi posyandu disitu, timbangan anak, ukuran berat badan, bantuan gizi makanan, itu merupakan bagian gerakan itu. Cuman tidak ditandai hitam diatas kertas putih, MoU antara dinas terkait,” katanya.
Makanya kedepan pihaknya akan melakukan MoU tersebut sehingga jelas adanya hitam diatas kertas putih, supaya tugas dan fungsi masing-masing instansi bisa terlaksana dengan baik.
“Diharapkan secara formal, yuridis juga bisa diwujudkan, disdikbud akan MoU dengan dinas kesehatan, di level bawah akan MoU dengan posyandu sehingga jelas apa yang menjadi tugas masing-masing,” katanya.
Apalagi, PAUD holistik integratif juga bagian syarat untuk menjadi kota layak anak. Sebab, dalam format penilaian kota layak ini ada kuisioner berapa persentase PAUD holistik yang ada di Kabupaten. Tentu jika menjawab kuisioner tersebut tidak bisa hanya dengan ucapan secara lisan, harus ada bukti semacam MoU dalam penerapannya di lapangan.
“Sebenarnya kalau dihitung persen ada 90 persen lebih sudah menjadi PAUD holistik integratif, tapi kalau dibuktikan secara formal ya tidak ada karena tidak MoU. Maka nanti akan melakukan itu di seluruh lembaga PAUD ini akan kita wujudkan,” katanya.
Pihaknya merencanakan nanti, pada saat ada launching gerakan PAUD holistik integratif ini dihadiri langsung bunda PAUD Kabupaten Sarolangun Ny Hj Rosita Endra, yang akan diawali dengan seluruh puskesmas dengan beberapa lembaga untuk jadi percontohannya dan akan diikuti di seluruh kecamatan.
“Ada dinas KB, Dinkes, kelurahan, DP3A dan juga kepolisian apakah dengan Kapolsek atau Babhinkamtibmas, kami akan mengundang yang terkait, untuk membahas itu dan tentu kita akan mengacu pada juklak dan juknisnya untuk pelaksanaannya,” katanya.
Reporter : Wahid
Editor : Amarullah Koto

Leave a Reply

Next Post

Bupati CE: Sandang Titel Haji Itu Berat

Sel Jul 30 , 2019
Tampak Bupati Cek Endra saat melepas JCH Sarolangun. Sarolangun, Penajambi.com – Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra melepas keberangkatan 215 orang Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Sarolangun ke Asrama Haji Provinsi Jambi untuk diberangkatkan ke Tanah Suci, Kota Mekkah, Saudi Arabia, Senin (29/07/2019) malam, di Mesjid Al-Falah, Kelurahan Pasar, Kecamatan […]