Akankah Isu Pemekaran Tabir Raya Kembali Digoreng Saat Kampanye Pilgub Nanti…??? | | PENA JAMBI

Akankah Isu Pemekaran Tabir Raya Kembali Digoreng Saat Kampanye Pilgub Nanti…???

Jumat, 20 September 2019 | 22:30 WIB

IMG-20190920-WA0016_crop_500x370
Ilustrasi rencana Logo Kabupaten Tabir Raya Jika Dimekarkan, (FB).

MERANGIN – Upaya pemekaran tabir raya untuk menjadi sebuah kabupaten memang sudah lama direncanakan dan ditunggu oleh sebagian besar masyarakat 8 kecamatan tabir serumpun yang meliputi Kecamatan Tabir Induk, Tabir Timur, Tabir Selatan, Tabir Ulu, Tabir Barat, Tabir Ilir, Tabir Lintas dan Margo Tabir.
Bahkan panitia pemekaran ini pun sudah di bentuk dari tahun 2010 dan bertahan sampai sekarang walaupun ada beberapa anggota panitia pemekaran yang menyatakan diri mundur dari kepanitia’an.
Karena mengangap rencana menjadikan Tabir Raya ini sebagai kabupaten pemekaran dari Kabupaten Merangin seakan menjadi alat untuk menarik simpati suara masyarakat, seperti sa’at Pilbup Merangin beberapa waktu lalu hampir semua kandidat saat itu membahas pemekaran tabir raya untuk meraup suara masyarakat tabir serumpun, Namun pasca pilbup isu ini tak terdengar lagi.
Salah satu tokoh pemuda tabir, Hidayatullah kepada penajambi.com mengatakan bahwa rencana itu seolah hilang ditelan bumi tak ada lagi menjadi topik pembahasan oleh pemerintah, sehingga membuat masyarakat tabir bertanya tanya.
“Bayangkan, sebelum pemilihan serentak 2019 beberapa waktu lalu kami para pemuda dan mahasiswa tabir di undang oleh para panitia pemekaran tabir raya dan saat itu saya mendengar sendiri panitia pemekaran tabir raya mengatakan bahwa tabir raya sudah berada pada urutan ke enam besar yang akan segera di mekarkan namun masih terhalang peraturan moratorium kemendagri, dan tidak ada lagi kendala untuk tabir raya menjadi sebuah kabupaten jika moratorium ini dicabut,” kata tokoh pemuda tabir tersebut, Jum’at (20/9/2019).
Menurut tokoh pemuda tabir ini, masyarakat sudah mulai risau dan menganggap isu pemekaran ini hanya menjadi alat politik saja.
“Terkadang kami berpikir isu pemekaran saat ini mulai redup karna selama ini menurut saya pemekaran ini hanya menjadi alat saja, kalau mereka serius tolong buktikan dengan masyarakat,” katanya tegas.
Dirinya menambahkan, bahwa sampai saat ini gaji pns di kecamatan tabir masih dipotong beberapa persen tergantung golongan untuk disumbangkan ke kas panitia pemekaran tabir raya.
“Sampai saat ini para pns di tabir setiap bulan gajinya beberapa persen disumbangkan ke panitia pemekaran tabir raya, ini menjadi pertanyaan buat kami kemana uang itu selama ini karna memang beberapa bulan terakhir pasca pilbub tidak terdengar lagi kabar dari panitia pemekaran ini,” katanya dengan kalimat tanya…???
Sementara itu ketua panitia pemekaran Tabir Raya, Zakaria Saleh, saat kami hubungi melalui telpon mengakui ada pungutan yang dilakukan untuk membantu para tim panitia, hanya saja dari 8 kecamatan hanya 20% dan berjalan lancar 3 bulan pungutan itupun akan berakhir di akhir 2019 ini.
”Kami dari pihak panitia pemekaran tabir raya sampai saat ini tidak akan menggoreng isu ini di pilgub nanti, entahlah jika ada oknum di luar kepanitia’an pemekaran tabir raya yang akan menggoreng isu ini dan jika memang pemuda dan mahasiswa ingin mengadakan pertemuan kami sangat siap dan menyambutnya dengan baik sekali,” katanya.
(iil)
Posted in

Leave a Reply

Baca Juga