DPRD Merangin Tolak "Ayam Potong" Dari Mahasiswa | | PENA JAMBI

DPRD Merangin Tolak “Ayam Potong” Dari Mahasiswa

Selasa, 24 September 2019 | 19:39 WIB

pen14

Tampak mahasiswa saat melakukan aksi teatrikal di depan Gedung DPRD


MERANGIN – Mahasiswa Merangin yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Merangin menggelar aksi damai pada Selasa (24/9/2019) di depan kantor DPRD Merangin.
Aliansi ini tergabung dari mahasiswa kampus STKIP, STAI, STIE dan organisasi Mapala.
Gerakan tersebut merupakan bentuk soliditas gerakan serentak mahasiswa seluruh Indonesia terkait RUU KUHP yang menurut mahasiswa sama sekali tidak menguntungkan masyarakat.
Awal mula demo berlangsung damai tapi keadaan memanas ketika perwakilan DPR yang menemui mahasiswa tidak mau menerima simbolis.
”Ayam potong”, menurut salah satu koordinator yang bernama Aldi Halim, ayam potong ini sebagai simbolis supaya DPR tidak bekerja seperti ayam potong.
Ayam potong ini simbolis dari demonstran supaya DPRD bekerja sepenuh hati demi kepentingan rakyat jangan seperti ayam potong yang berkotek ketika lapar dan tertidur ketika kenyang.
“Jika DPR tidak mau seperti ini tolong bantu rakyat dengan sepenuh hati, jangan anggap enteng soal aturan yang tidak berpihak pada rakyat,” ujar salah seorang mahasiswa kala itu.
Kuasiri salah satu anggota DPRD Merangin mengatakan, “kami tidak bisa menerima simbolis dari adik-adik mahasiswa karena kami juga memiliki kode etik dalam hal ini,” kata dia.
Mahasiswa juga kala itu, sempat menggelar aksi pembacaan yasin untuk para anggota DPR Merangin ketika aksinya ditinggal pergi oleh DPR yang pada waktu itu ada agenda rapat. Tak lama kemudian para mahasiswa membubarkan dirinya.
(iil)
Posted in

Leave a Reply

Baca Juga