Warga Mandiangin dan PT AAS Akhiri Konflik, Ini Bunyi Kesepakatannya

PENA SAROLANGUN – Kelompok warga dusun sialang betuah Desa Guruh Baru Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi bersama pihak PT Agronusa Alam Sajahtera (PT AAS) bersepakat menghentikan konflik antara mereka dalam bentuk penandatanganan MoU di Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Selasa (29/1).
“Hari ini kita mendampingi kesepakatan penghentian konflik, yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam bentuk MoU bersama dan yang difasilitasi oleh pihak Dinas Kuhutanan Provinsi Jambi,” kata Edi Zuhdi dari organisasi Yayasan Cappa Keadilan Ekologi, pendamping masyarakat Sialang Betuah, dikonfirmasi Selasa (29/1).
Ia mengatakan, dalam MOU itu bahwa pihak pertama sebagai pemegang izin usaha pemanfaatan kayu pada Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) berdasarkan keputusan menteri kehutanan RI nomor: SK.nomor 464/Menlhk/Setjen/PLA.2/9/2017 tanggal 7 September 2017 tentang areal penetapan kerja IUPHHK HTI PT Agronusa Alam Sejahtera seluas 23.729,22Ha.
“Dan pihak kedua adalah masyarakat dusun sialang betuah Desa Guruh Baru, berdasarkan pertimbangan yang ada bersepakat melalui penandatanganan MoU ini telah menyepakati penghentian konflik yang terjadi selama ini,” katanya.
Ia menjelaskan. Adapun tujuannya adalah untuk menyelesaikan konflik dengan prinsip saling percaya dan saling menguntungkan para pihak.
“Objek dalam kesepakatan ini adalah lahan dalam areal kerja pihak perusahaan seluas lebih kurang 2.308Ha. Yang akan dilakukan verifikasi dan validasi yang terbagi dalam beberapa peruntukan,” kata Edi.
Yaitu yang disebut dengan lahan baume untuk budidaya tanaman karet dan tanaman pangan padi, sayuran dan tanaman palawijaya yang berada disekeliling dusun.
Lahan pemukiman untuk warga masyarakat dusun sialang batuah seluas lebih kurang 60Ha. Lahan kolektif, lahan yang disediakan untuk kepentingan bersama disekitar wilayah pemukiman.
Wilayah konservasi, adalah termasuk kebun buah, sialang dan sungai. Pemanfaatan wilayah konservasi hanya boleh dilakukan melalui pola tradisional dan memperhatikan nilai-nilai kelestarian lingkungan.
“Dan fasilitas umum dikelolah dan dimanfaatkan secara bersama untuk kepentingan bersama termasuk fasilitas kesehatan, pendidikan, sarana olahraga, keamanan dan balai adat,” katanya.
“Selanjutnya kedua belah pihak bersepakat menjaga perdamaian di areal objek kesepakatan dari bahaya kebakaran hutan, illegal loging dan perambahan hutan,” kata Edi lagi.
Sementara itu, menanggapi hal tersebut manager operasional PT AAS Firman Purba dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya juga menyepakati MoU tersebut untuk pembangunan berkelanjutan yang akan dilakukan pihak perusahaan terhadap lingkungan sekitar konsesinya.
“Ada 2 Sesion dalam pertemuan ini. Sesi pertama MoU kemitraan antara PT.AAS dengan Dusun Sialang Batuah sudah selesai. Hasilnya MoU menghentikan agar tidak ada konflik agar Tim yang dibentuk untuk melakukan verifikasi lahan seluas 2.308Ha dapat berjalan tenteram.
Verifikasi akan berlangsung paling lama sampai 31 Maret 2019,” kata Firman Purba.
“Intinya. Kalau dengan masyarakat dusun sialang batuah, tidak ada masalah dan Sesion keduanya dengan masyarakat Mandiangin selesai yang didampingi Sukiman Cs dangan Direktur PT.AAS sepakat hentikan konflik,” katanya.
Penulis : Husnil Aqili
Editor    : Amarullah Koto

Leave a Reply

Next Post

Pesan Spiritual CE Di Batang Asai

Rab Jan 30 , 2019
Bupati Cek Endra saat menyantuni kaum Du’afa dan Anak yatim, (Penajambi.com). PENA SAROLANGUN – Bupati Cek Endra bersama jajaran pemerintah daerah Kabupaten Sarolangun. Jambi, Rabu ( 30/01 ), melaksanakan giat subuh keliling ke masjid AL Jihad Desa Kasiro Ilir Kecamatan Batang Asai, Rabu (30/01). Diketahui subling yang dilaksanakan tersebut, merupakan […]